PRIBADI TERSEMBUNYI

Hai…..(sebut nama sendiri). Perkenankan! Aku adalah dirimu sendiri. Aku berada di dalam dirimu, Namaku PRIBADI. Selama ini engkau sering menyebut namaku tanpa mengenal aku. Engkau selalu berbuat tanpa aku. Padahal aku adalah pembantumu yang setia.
Tidak pernah sedikitpun aku meninggalkan engkau seorang diri, tetapi engkau tidak menyadarinya.

Di dunia engkau selalu menderita, selalu mengeluh, selalu sedih, selalu kekurangan, engkau selalu sakit, selalu takut, bahkan ada kalanya engkau hampir-hampir putus asa. Engkau tidak tahu bagaimana mengatasinya dan kepada siapa engkau harus meminta pertolongan.

Sebenarnya, engkau tidak perlu menderita asal saja engkau menyertakan aku dalam segala perbuatanmu. Kini telah tiba saatnya untuk mengakhiri segala penderitaanmu. Arahkanlah perhatianmu ke dalam dirimu! Akulah dirimu yang engkau sebut PRIBADI.

Engkau mempunyai kekuatan yang maha hebat dalam dirimu.

AKULAH KEKUATAN ITU.

Akulah yang menjadikan segala apa yang engkau kehendaki, yang dapat mengubah hidupmu yang lampau dengan segala penderitaan menjadi hidup baru yang penuh bahagia; mengubah rasa takut menjadi aman sentosa; mencukupi engkau pada saat kekurangan; menghibur engkau dari segala kedukaan.

Percayakanlah kepadaku segala sesuatu yang menjadi kebutuhanmu, cita-citamu, dan masa depanmu. Jangan bimbang dan ragu. Dan jangan heran.

Terimalah aku, PRIBADI-MU SENDIRI, SUATU KEKUATAN YANG DAPAT ENGKAU RASAKAN DALAM DIRIMU!

Suruhlah aku bekerja untukmu! Aku siap untuk membantumu. Aku senantiasa siap melaksanakan permintaanmu.

Gambarkanlah dengan jelas dalam pikiranmu apa yang engkau butuhkan! Akulah yang akan mengerjakan konsep yang jelas dan pasti yang tergambar dalam pikiranmu itu. Tanpa adanya konsep yang jelas dan pasti dalam gambaran pikiranmu, aku tidak akan dapat mengubah kehidupanmu yang lama.

Selama engkau masih mengeluh, masih merasa susah, masih sedih, masih penuh kebencian, masih putus asa, masih penuh rasa takut, selama itu pula engkau MEMAKSA aku untuk memwujudkan dan mendatangkan apa yang engaku ukir dalam pikiranmu.

Katahuilah! Apa saja yang memenuhi kalbumu, itulah yang menentukan keadaan yang akan engkau alami pada hari kemudian.

Maka, jangan melukiskan hal-hal yang tidak baik dalam pikiranmu! Buatlah konsep-konsep tertentu berdasarkan pengalaman yang konkret, yaitu yang sifatnya sensitif rasional, baik yang bersifat spiritual maupun illahi sifatnya.

Sekalipun gambaran itu adalah sesuatu yang di luar kemampuanmu sendiri, hendaklah tetap pada keyakinan bahwa sesuatu itu MUNGKIN, dan bukan seolah-olah itu absurd atau tidak masuk akal. Di sinilah tanpa kamu sadari bahwa kamu telah masuk dalam pengertian yang metarasional. Kenyataan inilah yang kerap engkau sebut sebagai IMAN KEPERCAYAAN.
Jadi, kepercayaan yang benar adalah pengertian yang diluar jangkauan akal-budimu. Ini disebut juga RAHMAT ILLAHI atau KEHENDAK ALLAH.

Dalam MEDITASI, engkau melatih pengertian yang benar, melatih gambaran yang indah, melatih gambaran yang luhur, melatih gambaran yang suci dan mulia. Namun jangan memaksa aku melakukan hal-hal yang negatif karena aku senang akan hal-hal yang luhur dan positif.

Dahulu engkau mengira bahwa hal-hal yang baik dan yang buruk itu berasal dari luar dirimu. Pikiran itulah yang menyebabkan engkau tidak mengenal aku, PRIBADI-MU.

Ketahuilah bahwa aku adalah engkau sendiri. Engkau adalah aku, ENGKAU DAN AKU ADALAH SATU.

Kini untuk pertama kalinya engkau mengenal aku. Aku merasa bahagia dan kebahagiaanku adalah kebahagiaanmu juga.

Mulai saat ini kita bekerja sama, bimbing-membimbing, bantu membantu untuk mengejar ketinggal kita pada masa silam dan untuk mendapatkan kembali apa yang telah hilang selama waktu yang lampau.

Marilah kita bersama-sama membentuk hidup baru, dunia baru yang penuh dengan harapan dan kebahagiaan.

Mulai saat ini, engkau tidak boleh takut, tidak boleh cemas, tidak boleh susah, tidak boleh sakit dan menderita. AKU SELALU SETIA KEPADAMU.
Aku adalah milikmu dan engkau adalah milikku.

Akulah PRIBADI-MU. Hadapkanlah wajahmu lurus-lurus dan tataplah aku! Panggilah aku, libatkanlah aku dan nyatakanlah apa kehendakmu. Aku akan bekerja untukmu dan mewujudkan cita-citamu. (“Meditasi itu keheningan” – Thomas Aquinas M.Rochadi Widagdo, PR)



⁠⁠

.

MANDALA

Sebuah “mandala” adalah lukisan atau gambar suatu desain simetris telah digunakan selama ratusan tahun oleh ahli mistik dan ahli yoga untuk berkonsentrasi, tetapi penggunaannya itu sendiri sifatnya bukan mistik.

Tidak lebih dari suatu pola geometris terbentuk mengelilingi satu titik tengah. Pola-pola ini dapat ditemukan dengan mudah di alam, dalam riak yang tersebar dari sebuah krikil yang terjatuh ke dalam kolam, dalam struktur kristal batu mulia, dalam bnetuk biji kecil yang rumit, dan dalam bentuk bunga yang simetris.

Saat pikiran anda terfokus pada “mandala”, pusatkan pada titik tengah desain dan biarkan gambar yang ada disekitar atau sekelilingnya terlihat sedikit dalam pandangan anda. Setelah beberapa saat pikiran anda akan berhenti membentuk mandala menjadi struktur yang dapat dikenali dan akan mulai mengeluarkan gelombang alfa yang relaks.

Jika anda berkonsentrasi dengan apa yang anda lakukan apapun yang anda pilih, pusatkan perhatian anda dan rasakan dengan sepenuh hati; perasa, peraba, pendengaran, penglihatan dan pembau. Siapapun setiap harinya dapat menyisihkan lima menit untuk melalukan konsentrasi. Rahasianya adalah konsisten.

Dengan berkonsentrasi, jawaban-jawaban terhadap berbagai masalah akan datang dengan mudah, dari “universal consciousness”.

Published in: on February 16, 2012 at 6:53 am  Leave a Comment  

Pembangkitan Kundalini Dan Manfaatnya Untuk Kesehatan

Kundalini Yoga adalah sebuah tradisi pengembangan seni spiritual yang terus mengembangkan metode-metode dan riset yang berkaitan dengan manfaat kundalini dalam kehidupan kita sehari-hari.

Berikut adalah sedikit ulasan tentang pembangkitan kundalini dan manfaatnya dalam kehidupan dan kesehatan manusia.

Pembangkitan chakra Kundalini (Mooladhara) ditemukan pada saat Sang Maha Guru Besar Sidharta Buddha Gautama bermeditasi untuk mencapai tingkat kesadaran yang tetta tinggi. Pada meditasi itu Sang Sidharta mencapai suatu pencerahan dan mencapai suatu tingkatan para nirwana dan nirwana (Para Nibbana dan Nibbana). Pada pencerahan itu beliau mendapatkan kesadaran bahwa sesungguhnya hidup di dunia ini terbagi ke dalam empat tahapan, yaitu lahir, tua, sakit, dan mati.

Manusia tidak bisa menghindari keempat tahapan ini. Oleh karena itu, Sang Sidharta ingin agar dalam menjalani semua tahapan kehidupan manusia tidak hanya mengalami kesengsaraan saja. Sesungguhnya, setiap manusia akan meng-alami tingkatan yang berbeda dalam tahapan tertentu sehingga manusia akan mengalami kesengsaraan pada tahapan tertentu.

Dalam upaya menjalani kehidupan ini pembangkitan chakra Kundalini sangat diperlukan untuk mencapai keseim-bangan hidup.

Chakra Kundalini dalam Kehidupan

Kaitan chakra Kundalini (Mooladhara) dengan 4 tahapan hidup adalah sebagai berikut. Sebelum lahir, manusia mengalami beberapa proses dalam rahim ibunya. Proses ini memerlukan waktu lama. Selama proses, manusia mengalami evolusi. Cikal bakal seorang bayi berupa gumpalan darah yang tumbuh membentuk layaknya seorang bayi melingkar pada rahim ibunya. Dalam perkembangannya, pada cikal bakal ini terbentuk satu titik pangkal dari susunan syaraf yang mem-bentuk jalur susunan syaraf tulang belakang dari tengkorak kepala sampai ke tulang ekor. Dari titik pangkal yang sama juga terbentuk susunan syaraf pada otak manusia.

Setelah terbentuk otak, terbentuklah susunan syaraf dari tengkorak kepala menuju ke dasar tulang ekor. Setelah itu terbentuk satu tubuh, dua tangan, dan dua kaki. Berikutnya terbentuk organ-organ penting, seperti jantung, hati, paru-paru, dll. sehingga susunan syaraf pun berlanjut ke seluruh organ tubuh. Setelah semuanya terbentuk, Sang Maha Hampa (Tuhan Yang Maha Esa) memberikan energi kehampaan (bioenergy) pada bayi melalui gerbang chakra Sahasrara (chakra Mahkota). Setelah itu, jantung bayi akan berdenyut dan seluruh chakra Jasad dan tujuh chakra utama akan bekerja setelah dibangkitkan oleh energi Spiritual yang bersumber dari energi Kehampaan atau energi chakra Shing Chi Inner Body yang berpusat pada chakra Jantung (chakra Anahata). Sejak saat itu, terjadilah keseimbangan energi pada tubuh bayi.

Chakra Shing Chi Inner BodyChakra Shing Chi Inner Body berada pada tiga area chakra utama, yaitu chakra Kundalini, chakra Anahata, dan chakra Sahasrara.

  • Chakra Mooladhara (Kundalini) merupakan inti dari pembangkitan dan pusat syarat setelah otak atau chakra Sahasrara. Chakra Kundalini merupakan bagian organ yang sangat penting karena menyangga organ tubuh dan kerangka manusia.
  • Chakra Anahata merupakan pusat chakra Shing Chi Inner Body karena manusia akan mati jika jantungnya tidak berdenyut.
  • Chakra Sahasrara merupakan pintu gerbang tempat masuknya energi spiritual.

Oleh karena itu, chakra Mooladhara (Kundalini) mempunyai energi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan chakra-chakra lainnya. Chakra ini merupakan inti pembangkitan segala energi dan chakra lainnya pada tubuh manusia.

Manusia yang semakin lanjut usianya (tua) akan meng-alami penurunan energi dan ketidakseimbangan energi. Ketika terjadi ketidakseimbangan, organ-organ dalam tubuh melemah dan bisa menimbulkan sakit. Proses ini merupakan cikal bakal terjadinya ketuaan pada manusia.

Peran Chakra Kundalini dalam Penyembuhan

Ketika manusia sakit, chakra Kundalini (Mooladhara) dapat berperan dalam proses penyembuhan. Ketika chakra Kundalini dibangkitkan, chakra Kundalini akan menuju ke tujuh chakra utama dan mengaktifkan energi Metafisika Spiritual dan energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta. Chakra Kundalini akan menyeimbangkan energi-energi tersebut dan menyembuhkan penyakit itu secara langsung. Ini bisa terjadi karena sesungguhnya sakit merupakan fenomena dari ketidak-seimbangan energi pada tubuh manusia. Oleh karena itu, banyak orang yang merindukan kebangkitan energi metafisika dari chakra Kundalini (Mooladhara) ini.

Jika chakra Kundalini (Mooladhara) seseorang tidak terbuka secara maksimal maka energi metafisikanya pun jarang seimbang dan biasanya orang ini akan tidak sehat sepenuhnya (sakit dalam arti luas).

Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mempelajari seni Pembangkitan Keseimbangan Energi Metafisika Spiritual dan Energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta dengan awal pembangkitannya melalui chakra Mooladhara atau chakra Kundalini. Dengan demikian, kita bisa mencegah terjadinya ketidakseimbangan energi Metafisika Spiritual dan energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta pada tubuh kita sehingga kita dapat berharap bisa menjalankan kehidupan di alam nyata ini dengan energi yang seimbang dan selaras.

Energi Metafisika dan Kesehatan Tubuh

Energi adalah suatu kemetasifikaan yang dihasilkan oleh benda atau makhluk hidup di dunia ini. Energi merupakan sesuatu yang abstrak yang tidak dapat dilihat, namun hanya dapat dirasakan alirannya. Oleh karena itu, jika suatu benda menghasilkan energi, maka benda tersebut mempunyai suatu daya kemetafisikaan. Energi yang dihasilkan manusia berasal dari kemetafisikaan manusia itu sendiri dan kemetafisikaan yang berasal dari alam sekitar.

Ada dua jenis energi metafisika, yaitu energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta dan energi Metafisika Spiritual. Energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta terdiri atas unsur-unsur Bumi, Air, Angin, dan Matahari. Keempat energi unsur alam ini memang berasal dari bumi, air, angin, dan matahari. Sedangkan energi Metafisika Spiritual terdiri atas energi Aura, Shakta, dan Shakti.

  • Energi unsur Bumi adalah energi 4 Unsur Alam Semesta yang berguna untuk menambah gizi dan menguatkan daya tahan tubuh dan memberikan kekuatan fisik. Energi unsur Bumi merupakan penyeimbang energi Angin.
  • Energi unsur Air adalah energi 4 Unsur Alam Semesta yang berguna untuk meredakan panas tubuh dan melan-carkan peredaran darah dan pengaturan air pada tubuh. Energi unsur Air merupakan penyeimbang energi Matahari.
  • Energi unsur Angin adalah energi 4 Unsur Alam Semesta yang berguna untuk melancarkan pernapasan dan merupa-kan penyeimbang energi Bumi.
  • Energi unsur Matahari adalah energi 4 Unsur Alam Semesta yang berguna untuk mempercepat denyut jan-tung, membunuh kuman dan racun pada darah. Energi unsur Matahari merupakan penyeimbang energi Air.
  • Aura adalah energi Metafisika Spiritual yang berguna untuk ketenangan jiwa dan mencegah proses ketidak-seimbangan jiwa.
  • Shakta adalah energi Metafisika Spiritual yang berguna untuk ketenangan jiwa dan mencegah proses ketidak-seimbangan jiwa namun tingkat energinya lebih tinggi dari Aura.
  • Shakti adalah energi Metafisika Spiritual yang berguna untuk daya tahan tubuh dan merupakan energi kehidupan yang sangat dasar.

Setiap jenis energi metafisika ini mempunyai kegunaan dan pengaruh terhadap kesehatan manusia. Oleh karena itu, setiap jenis energi metafisika ini bisa digunakan secara khas untuk menyembuhkan penyakit.

Kegunaan masing-masing jenis energi ini bagi kesehatan tubuh dapat dilihat pada tabel berikut:

Jenis energi Penyakit yang bisa disembuhkan
Energi unsur Matahari (+) Kelenjar amandel, polip, sinusitis, kanker, mium, kista, kelebihan lemak, tumor, batu ginjal, penyumbatan saluran kencing akibat batu ginjal, pengapuran, jerawat, komedo, mengaktifkan syaraf akibat stroke, kolesterol, darah tinggi
Energi unsur Air (+) Panas dalam, herpes, cacar, sakit mata, iritasi mata, telinga
Energi unsur Bumi (+) Stroke, pegal-pegal, reumatik, asam urat, mata plus/minus, sariawan, radang tenggorokan
Energi unsur Angin (+) Telinga, batuk, asma, sesak napas, pilek, flu
Energi Spiritual Aura dan Shakta Stres, gelisah, emosi, kurang bisa mengendalikan jiwa
Energi Spiritual Shakti Badan lemah (secara fisik)

Sebagai contoh, seseorang melakukan tindakan yang menimbulkan beban pada dirinya dan pikirannya. Orang ini akan memiliki energi yang bersifat panas. Karena kurang menyeimbangkan dirinya, panas (ketidakseimbangan) ini merupakan perwujudan dari kemetafisikaan energi Matahari dan perwujudan dari kekurangan energi Spiritual (terutama energi Spiritual Aura).

Contoh lain lagi, jika seorang mempunyai hawa nafsu yang tidak semangat (malas), ia memiliki suatu ketidak-seimbangan dari perwujudan kemetafisikaan energi Air. Orang ini tidak kelebihan atau kekurangan energi Spiritual Aura, tetapi ia kekurangan energi Spiritual Shakti, yaitu energi yang berasal dari unsur mineral hewani dan nabati. Contohnya adalah makanan dan minuman atau gizi.

Contoh seperti di atas adalah contoh suatu ketidak-seimbangan energi pada diri kita. Oleh karena itu, kita harus menyeimbangkan energi pada diri kita dengan cara meng-aktifkan chakra Kundalini (Mooladhara).

Membangkitkan Kundalini

Chakra Kundalini (chakra Mooladhara) memiliki energi yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan enam chakra utama lainnya. Dalam Maha Yoga Kundalini, kita bisa membangkitkan chakra Kundalini ini, yaitu dengan membangkitkanbioenergi dari chakra Kundalini. Jika chakra Kundalini sudah bangkit, energinya dapat meluas ke seluruh tubuh dan mengaktifkan chakra lainnya. Jadi, pembangkitan chakra Kundalini merupakan awal dari inti pembangkitan tujuh chakra utama dan chakra Jasad.

Oleh karena itu, chakra Kundalini (Mooladhara) merupa-kan awal dari permulaan segala pembangkitan energi Spiritual dan energi 4 Unsur. Jika chakra Kundalini belum bangkit, chakra lainnya juga tidak bisa bangkit.

Kundalini berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “menggulung”. Menurut para yogi, chakra Kundalini yang bangkit itu seperti ular naga yang bangkit dari dasar tulang ekor menuju chakra Sahasrara dengan membelit tulang belakang (jalur Sushumna, Nadi Ida, dan Nadi Pingala).

Mengenal Kundalini Yoga Indonesia

Setiap manusia mempunyai energi Metafisika Spiritual. Sayangnya banyak manusia yang energi Metafisika Spiritualnya tidak pernah terbangkitkan. Kalau pun terbangkitkan hanya untuk waktu yang sangat terbatas. Misalnya, orang yang dikejar seekor anjing menggogong dapat menyeberangi sungai atau melompati pagar yang tidak dapat dilakukan sebelumnya.

Kundalini Yoga adalah suatu seni mengolah energi Metafisika Spiritual dan energi Matafisika 4 Unsur Alam Semesta. Dengan mempelajari Kundalini Yoga kita dapat membangkitkan, menghimpun, menyeimbangkan, dan menyalurkan energi metafisika (jika energi yang kita miliki lebih besar dari energi yang akan disalurkan). Energi metafisika ini dapat berupa energi Spiritual yang bersumber dari jiwa manusia atau yang bersumber dari alam dan energi 4 Unsur Alam yang bersumber dari 4 unsur alam semesta, yaitu unsur bumi, air, angin, dan matahari.

Energi yang telah dihimpun ini kemudian dapat kita pergunakan untuk beberapa hal, di antaranya:

1. Untuk kehidupan, yaitu untuk mendapatkan pencerahan lahir dan batin pada diri.

2. Untuk penyembuhan, yaitu untuk menyeimbangkan energi dalam tubuh.

3. Untuk pengetahuan, yaitu untuk meningkatkan kemam-puan berpikir.

Penekanan dalam mempelajari Kundalini Maha Yoga adalah tentang keseimbangan, di mana manusia yang seim-bang lahir dan batin dapat mengatasi segala permasalahan hidup termasuk masalah penyakit. Penyakit terjadi karena ketidakseimbangan antara organ lahir dan organ batin. Organ lahir (biasa disebut penyakit medis) dapat menyebabkan ketidakseimbangan organ batin (biasa disebut penyakit non-medis). Begitu juga sebaliknya, ketidakseimbangan organ batin dapat menyebabkan ketidakseimbangan organ lahir.

Penyakit nonmedis sangat sukar dideteksi dengan ilmu pengobatan medis atau kedokteran. Untuk itu diperlukan perbaikan spiritual sehingga batin mendapatkan pencerahan. Biasanya penyakit nonmedis ini akan mengakibatkan ketidak-seimbangan organ tubuh yang menyebabkan sakit yang kadang kala tidak dapat dipastikan jenis penyakitnya karena sering berubah-ubah. Demikian pula, penyakit karena kelainan pada organ tubuhnya yang tidak pernah terobati dengan tuntas dapat menyebabkan ketidakseimbangan pada batinnya.

Dengan mempelajari Kundalini Yoga ini diharapkan kita dapat menyeimbangkan lahir dan batin sehingga dapat terbebas dari segala macam penyakit medis maupun nonmedis dan selalu mendapatkan pencerahan dari Pencipta Alam Semesta.

Tahapan untuk mempelajari Kundalini Yoga adalah sebagai berikut:

  • Pembangkitan energi, yaitu sistem pembukaan chakra yang dimulai dari chakra Kundalini yang merupakan sumber pembangkit energi yang ada pada tubuh manusia. Pembangkitan chakra hanya dapat dilakukan oleh mereka yang sudah mempunyai tingkat energi spiritual yang sangat tinggi. Proses ini juga dikenal dengan istilah ‘attunement’.
  • Penghimpunan energi. Setelah chakra Kundalini dibuka, tubuh kita sudah mulai dapat menghimpun energi meta-fisika. Proses penghimpunan energi akan melalui chakra-chakra yang ada pada tubuh.
  • Penyeimbangan energi. Seluruh energi yang sudah dihim-pun harus selalu diseimbangkan di antara chakra yang ada sehingga ketidakseimbangan di antara organ tubuh dapat dicegah.
  • Penyaluran atau pengiriman energi. Apabila seseorang sudah mempunyai energi yang berlebih —dalam hal ini sudah dapat menghimpun energi dengan baik— mereka dapat menyalurkan energi untuk memperbesar dan menyeimbangkan energi pada orang lain.

Oleh karena itu, sesungguhnya Kundalini Yoga ada-lah suatu keseimbangan antara energi Spiritual dan energi 4 Unsur Alam Semesta (unsur air, angin, bumi, dan matahari) untuk menuju suatu pencerahan.

Dalam berlatih Kundalini Maha Yoga, chakra Kundalini (Mooladhara) yang terletak pada tulang ekor harus dibangkitkan lebih dulu. Chakra ini merupakan chakra pembangkit untuk membangkitkan 6 chakra utama lainnya, yaitu chakra Svadhistana (organ alat vital), chakra Manipura (organ pusar), chakra Anahata (organ jantung), chakra Visudhi (organ tenggorokan), chakra Ajna (organ mata) dan chakra Sahasrara (organ mahkota/pikiran).

Tata Cara Penyembuhan oleh Kundalini Yoga

Sistem terapi atau pengobatan yang diterapkan oleh Kundalini Maha Yogasangat berbeda dengan sistem yang dikem-bangkan di dunia barat. Sistem yang diterapkan oleh Kundalini Maha Yoga adalah menyeimbangkan dan meningkatkan energi Metafisika Spiritual dan energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta yang tidak seimbang di tubuh penderita.

Dalam pandangan Kundalini Yoga, penyakit apa pun disebabkan oleh ketidakseimbangan energi pada tubuh seseorang. Ketidakseimbangan energi ini menyerang organ yang lemah sehingga terjadilah penyakit pada diri seseorang. Kundalini Yoga mampu menyeimbangkan energi yang tidak seimbang ini sehingga Kundalini Yoga dapat me-nyembuhkan pasien dengan waktu singkat. Metode ini sangat berbeda dengan metode barat yang selalu memberikan obat dan injeksi yang disalurkan ke dalam tubuh melalui pembuluh darah.

Penyeimbangan energi pada penderita dilakukan oleh juru sembuh atau master dan si penderita sendiri. Untuk menyembuhkan penderita, Kundalini Yogamelakukan beberapa tahapan, yaitu:

1. Penderita dibuka seluruh chakranya terlebih dulu.

2. Setelah itu, energi negatif pada setiap chakra (tujuh chakra utama berikut seluruh chakra Jasad), jalur Sushumna, nadi Ida, dan nadi Pingala dibuang.

3. Penderita diberi energi Shaktiphat (energi Spiritual) sehingga chakra Kundalininya bangkit.

4. Penderita membangkitkan chakranya.

5. Bersama juru sembuh atau master, penderita melakukan penyeimbangan energi dan peningkatan energi Metafisika Spiritual dan energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta.

Dengan cara kerja seperti itu, penderita akan mendapatkan suatu kesembuhan secara alamiah dan Ilahiah.

Contact: 08161847603

Diposkan oleh Adi M. Fadhil di 07:49 0 komentarBerandaLanggan: Entri (Atom)

Kundalini Symtomps

SIMTOM-SIMTOM KUNDALINI
Pembangkitan kundalini dapat dilakukan dengan cara mandiri yang memakan waktu bertahun-tahun dan pembangkitan dengan cara penyaluran shaktipat yang lebih cepat dan aman.

Pembangkitan kundalini dengan cara mandiri sangat memungkinkan terjadinya sindrom kundalini yang disebabkan oleh pembersihan pada setiap cakra pada saat kundalini bangkit. Pembersihan ini bisa bermanifestasi pada rasa sakit fisik seperti pegal-pegal pada tulang belakang, rasa pusing yang berkepanjangan dan gangguan psikis yang menahun.

Sedangkan pada pembangkitan dengan cara penyaluran shaktipat, kemungkinan-kemungkinan sindrom yang bisa terjadi seperti diatas bisa dihindari karena proses pembangkitanya cepat dan langsung menuju Sahasrara (cakra Mahkota). Shaktipat disalurkan oleh seorang master yang sudah berpengalaman dan memiliki energi yang sangat cukup sehingga pembersihan cakrapun secara otomatis terjadi sehingga tidak menimbulkan kundalini sindrom yang menyakitkan.

Namun demikian, bukanya tidak ada efek atau simtom yang terjadi pada seseorang yang dibangkitkan kundalininya dengan cara penyaluran shaktipat. Efek yang terjadi bisa bermacam-macam dan berbeda dari satu individu dengan lainya baik secara fisik ataupun secara psikis atau emosional. Efek yang paling umum terjadi adalah pada saat proses pembangkitan kundalini seseorang mungkin merasakan energi yang panas atau dingin atau getaran halus mulai dari ujung tulang ekor sampai ke sahasrara (cakra mahkota).

Beberapa merasakan getaran yang bahkan bisa bermanifestasi pada fisik, tubuh bergetar, gerakan yang halus namun tidak beraturan bahkan ada yang tanpa keinginan dapat bergerak membentuk mudra (postur yoga) tertentu meskipun belum pernah dipelajari sebelumnya, atau juga melompat dan kejang . Efek-efek emosional dan psikis dapat juga terjadi, seperti rasa sedih yang tak tertahankan sampai menangis, rasa gembira yang tak tertahankan sampai tertawa bahkan berteriak sekuat tenaga.

Simtom-simtom tersebut terjadi karena akibat dari pembersihan yang dilakukan kundalini terhadap jalur-jalur energi yang tersumbat atau kotor. Efek lainya adalah efek metafisik dimana seseorang tiba-tiba memiliki kepekaan energi yang luar biasa, dapat merasakan dan melihat energi dan kemampuan-kemampuan metafisik lainya. Efek visual yang sering terjadi biasanya, karena cakra ajna(mata ketiga) terbuka, pada saat bermeditasi akan terlihat titik-titik atau gelembung cahaya atau warna-warna bahkan tempat-tempat yang mungkin belum pernah kita kunjungi atau ketahui.

Simtom-simtom diatas sangat tergantung pada kondisi kejiwaan seseorang. Bagi orang yang memiliki keseimbangan energi dalam dirinya, maka yang mungkin dirasakan adalah ketenangan yang luar biasa, merasa ringan dan seperti melayang serta merasakan kenikmatan spiritual yang luar biasa (Spiritual Orgasm).

Jadi bagaimanapun cara pembangkitanya efek psikis dan fisik sepertinya akan selalu dilalui. Hanya saja dalam pembangkitan dengan cara penyaluran shaktipat, efek yang didapat tidak begitu menyakitkan seperti pada pembangkitan mandiri.
Demikian sedikit sharing yang saya dapat dari pengalaman saya sendiri selama membimbing para siswa di Kundalini Maha Yoga Indonesia. Semoga bermanfaat.

Contact : 08161847603

Mengenal Chakra Dan Fungsinya


Mengenal Bermacam-Macam Chakra

Chakra berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti roda (berputar). Chakra adalah suatu titik pembangkit energi Metafisika Spiritual dan energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta yang ada pada organ tubuh. Chakra yang ada di tubuh manusia berbentuk seperti roda berputar dan seperti bunga teratai yang berkembang. Ada tujuh chakra utama yang ada di tubuh manusia, yaitu:

  1. Chakra Mooladhara (chakra Kundalini atau chakra Dasar)
  2. Chakra Svadhistana (chakra Sex atau chakra Alat Kelamin)
  3. Chakra Manipura (chakra Pusar )
  4. Chakra Anahata (chakra Jantung)
  5. Chakra Visudhi (chakra Tenggorokan)
  6. Chakra Ajna (chakra Mata Ketiga atau chakra Spiritual pada Jasad)
  7. Chakra Sahasrara (chakra Mahkota atau Pintu Gerbang Energi Spiritual)

Fungsi dan Sifat Tujuh Chakra Utama

Chakra Mooladhara (Chakra Kundalini /Chakra Dasar)

Chakra Mooladhara (Kundalini) terdapat pada dasar tu-lang ekor. Chakra ini merupakan inti dari inti awal pem-bangkitan chakra lainnya. Kebangkitan chakra Mooladhara (Kundalini) merupakan kebangkitan yang sangat dahsyat karena dapat membangkitkan chakra-chakra lainnya pada seluruh chakra Jasad, ketujuh chakra lainnya, jalur Sushumna, nadi Ida, dan nadi Pingala. Karena mempunyai energi cadangan (spare energy) yang lebih tinggi dari chakra-chakra lainnya, chakra Mooladhara mempunyai keistimewaan, yaitu hanya chakra ini yang dapat menuju ke seluruh cakra yang berada pada chakra Jasad.

Energi Spiritual, energi 4 Unsur Alam Semesta, energi Shaktiphat, dan energi cadangan pada chakra ini sangat mak-simal dan sangat seimbang sehingga dapat berfungsi sebagai penyeimbang dan penyelaras seluruh energi pada tubuh manusia.

Chakra ini memiliki sifat penyeimbang dan pengatur segala yang ada pada tubuh manusia,  seperti:

  • Sebagai penyeimbang dan pengatur organ-organ utama pada tubuh, seperti lima organ Yin (jantung, paru-paru, limpa, ginjal, dan hati) dan lima organ Yang (usus besar, usus halus, usus 12 jari, usus buntu, dan lambung)
  • Sebagai pengatur energi pada jasad
  • Sebagai pengatur hormon pada tubuh
  • Sebagai pengatur sirkulasi darah, air, serat makanan, dan gizi pada tubuh.

Chakra Svadhistana (Chakra Alat Vital/Chakra Sex)

Chakra Svadhistana terletak pada alat vital manusia. Chakra ini memiliki keseimbangan energi Spiritual dan energi 4 Unsur Alam Semesta yang cukup seimbang dan selaras. Namun, ketidakseimbangan dapat terjadi jika chakra Svadhis-tana yang bangkit maksimal tidak diseimbangkan oleh chakra Visudhi sehingga hawa nafsu manusia tidak dapat terkendali.

Chakra Svadhistana berfungsi sebagai pengendali urin yang diedarkan dari ginjal dan menyeimbangkan kadar urin terhadap racun-racun seperti kreatinin dan urium. Selain itu, chakra ini juga menyeimbangkan hormon ovum dan sperma serta hormon insulin dan hormon adrenalin —yang jika tidak seimbang dapat menyebabkan kadar gula yang menurun dan kadar gula yang menaik atau mengendap (gula darah).

Chakra ini dapat terus berkembang dan aktif jika chakra ini dialiri energi Spiritual dan energi 4 Unsur Alam Semesta dan energi Shaktiphat dari Chakra Kundalini (Mooladhara).

Chakra Manipura (Chakra Pusar)

Chakra Manipura terletak pada pusar manusia. Chakra ini merupakan inti kekuatan daya tahan tubuh manusia yang terbesar.

Chakra Manipura dapat mengoordinasi seluruh kegiatan dari sistem saluran pencernaan manusia . Oleh karena itu, chakra Manipura merupakan inti penggerak dari organ-organ pencernaan, seperti usus besar, usus kecil, usus halus, usus 12 jari, usus buntu, ginjal, dan lambung. Chakra ini merupakan penyeimbang energi murni yang telah diperoleh dari saluran pencernaan.

Chakra Manipura dapat terus berkembang dan aktif jika dialiri energi Spiritual dan energi 4 Unsur Alam Semesta dan energi Shaktiphat dari Chakra Kundalini (Mooladhara). Chakra ini memiliki keseimbangan yang baik antara energi Spiritual dan energi 4 Unsur Alam Semesta sehingga chakra ini bersifat sebagai penyeimbang energi pada saluran pencernaan. Dalam proses keseimbangan energi chakra, chakra Manipura dapat diseimbangkan dengan chakra Anahata.

Chakra Anahata (Chakra Jantung)

Chakra Anahata terdapat pada jantung manusia. Chakra ini merupakan penggerak dan penyeimbang detak jantung manusia, dan menggerakkan darah yang masuk dan keluar baik melalui bilik kanan dan bilik kiri maupun melalui serambi kanan dan kiri. Chakra Anahata juga mengendalikan pembuluh-pembuluh darah pada jantung dan pada seluruh tubuh.

Chakra Anahata dapat terus bangkit dan berkembang jika chakra ini dialiri energi Spiritual dan energi 4 Unsur Alam Semesta dan energi Shaktiphat dari Chakra Kundalini (Mooladhara).

Chakra Anahata memiliki keseimbangan dalam energi, terutama energi Spiritual dan energi 4 Unsur Alam Semesta. Chakra ini bersifat sebagai pembangkit dan penyeimbang sehingga dalam proses keseimbangan energi pada chakra, chakra Anahata dapat menyeimbangkan kekuatan daya tahan tubuh yang terbesar yang berasal dari chakra Manipura (Chakra Pusar).

Chakra Visudhi (Chakra Tenggorokan)

Chakra Visudhi terletak pada tenggorokan. Chakra ini dapat terus dibangkitkan dan berkembang jika chakra ini terus dialiri energi Metafisika Spiritual dan energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta dan energi Shaktiphat dari chakra Kundalini (Mooladhara).

Sifat chakra Visudhi adalah memiliki energi Spiritual yang cukup seimbang. Chakra ini juga sedikit lebih seimbang dibandingkan chakra Sahasrara dan chakra Ajna karena chakra Visudhi merupakan chakra penyeimbang dari segala hawa nafsu yang terdapat pada chakra Svadhistana pada jasad manusia. Chakra Visudhi memiliki energi 4 Unsur Alam Semesta yang cukup seimbang sehingga energi chakra Visudhi merupakan regulator (pengatur) keseimbangan segala hawa nafsu tubuh manusia. Dalam proses keseimbangan energi, energi chakra Visudhi dapat diseimbangkan dengan chakra Svadhistana.

Chakra Ajna (Chakra Mata Ketiga/Chakra Spiritual Jasad)

Chakra Ajna terletak di tengah-tengah antara alis mata kanan dan kiri. Chakra Ajna dapat terus dibangkitkan dan berkembang jika terus dialiri energi Metafisika Spiritual dan energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta (Unsur Bumi, Air, Angin, Matahari) dan energi Shaktiphat dari chakra Kundalini (Mooladhara).

Chakra Ajna ini memiliki energi Spiritual yang lebih tinggi dibandingkan enam chakra utama lainnya, dan juga lebih tinggi dibandingkan dengan chakra Sahasrara. Chakra Ajna merupakan chakra Spiritual pada jasad manusia dan memiliki energi 4 Unsur Alam Semesta yang sedikit rendah sehingga energi chakra Ajna ini lebih dominan dalam pembangkitan spiritual. Dalam proses keseimbangan chakra, chakra ini dapat diseimbangkan dengan chakra Ajna baik depan dan belakang (otak depan & belakang bagian kiri & kanan).

Chakra Sahasrara (Chakra Mahkota)

Chakra Sahasrara terletak pada ubun-ubun kepala. Chakra ini dapat terus berkembang jika dialiri energi Metafisika Spiritual, energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta (Unsur Bumi, Air, Angin, Matahari), dan energi Shaktiphat dari chakra Kundalini (Mooladhara). Kita dapat mengalirkan energi ini melalui jalannya chakra Kundalini melalui jalur Sushumna, nadi Ida dan nadi Pingala.

Sifat chakra Sahasrara ini adalah memiliki energi Spiritual yang lebih tinggi dibandingkan dengan lima chakra utama lainnya (selain chakra Ajna) dan memiliki energi 4 unsur yang sedikit rendah. Oleh karena itu, energi dari chakra Sahasrara ini bersifat dingin dan kaya dengan energi Spiritual. Chakra Sahasrara berguna sebagai pintu gerbang masuknya energi Spiritual yang telah diperoleh dari chakra Shing Chi Outer Body. Dalam proses keseimbangan chakra, energi chakra ini dapat diseimbangkan dengan chakra Kundalini (Mooladhara).

Fungsi dan Sifat Chakra Jasad

Chakra Jasad berada di seluruh tubuh manusia. Gambar chakra Jasad tidak ditampilkan karena sangat banyak (mencapai 366 cakra).

Secara singkat, chakra Jasad memiliki beberapa chakra penting, di antaranya:

  • Chakra Persendian Tubuh
  • Chakra Organ Tubuh
  • Chakra Minor (chakra yang berada pada telapak kaki dan tangan)
  • Chakra Laser  (chakra yang berada pada jari telapak kaki dan tangan)

Saya akan menjelaskan chakra-chakra itu satu per satu.

Chakra Persendian Tubuh

Chakra ini berada pada ke-366 persendian tubuh manusia. Chakra ini memiliki energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta yang cukup tinggi terutama unsur Buminya. Yang diutamakan pada unsur ini adalah kalsium dan zat kapurnya.

Chakra Persendian Tubuh berfungsi untuk memperkuat dan menahan daya tahan tubuh dan menambahkan kalsium dan zat kapur pada rangka serta persendian manusia. Sifat Chakra ini adalah penguat kerangka manusia.

Chakra Organ Tubuh

Chakra Organ Tubuh terdapat pada bagian-bagian organ tubuh terutama pada area tujuh chakra utama, seperti chakra Organ Tubuh Mata, Hidung, Telinga di area chakra Ajna.

Chakra Minor

Chakra Minor terletak di telapak kaki dan telapak tangan. Chakra ini berfungsi sebagai pembangkit energi Metafisika Spiritual dan  energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta dan sebagai tempat keluar masuknya energi tersebut pada saat kita mentransfer atau menghimpun energi Metafisika Spiritual dan  energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta.

Chakra Laser

Chakra Laser terletak pada ujung jari kaki dan jari tangan. Chakra ini berfungsi sebagai pembangkit energi Metafisika Spiritual dan energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta dan sebagai tempat keluar masuknya energi tersebut pada saat kita mentransfer atau menghimpun energi Metafisika Spiritual dan  energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta. Bedanya dengan chakra Minor, pengeluaran atau pemasukan energi melalui chakra ini lebih kecil, fokus, dan lebih halus.

Fungsi Chakra Jasad Secara Keseluruhan

Secara keseluruhan, chakra Jasad berfungsi sebagai:

  • Penyeimbang seluruh energi dari tujuh chakra utama, chakra Persendian Tubuh, chakra Organ Tubuh, chakra Minor, dan chakra Laser.
  • Pengendali seluruh gerak energi tujuh chakra utama, chakra Persendian Tubuh, chakra Organ Tubuh, chakra Minor dan chakra Laser.
  • Pengatur hormon-hormon pada tubuh manusia. Misal-nya, hormon adrenalin dan hormon insulin pada ginjal dan hati, hormon ovum dan sperma pada alat vital, hormon tiroksin pada kelenjar gondok dan hormon lainnya pada tubuh manusia.

Fungsi Chakra Shing Chi Inner Body

Chakra Shing Chi Inner Body merupakan chakra Ilahiah atau chakra Spiritual yang utama.

Chakra Shing Chi Inner Body berpusat di chakra Anahata (jantung). Chakra ini merupakan penyeimbang dari chakra Jasad dan tujuh chakra utama. Tanpa chakra Shing Chi Inner Body maka segala energi Metafisika Spiritual yang ada pada chakra Jasad dan tujuh chakra utama tidak akan bangkit, akibatnya manusia tersebut mati.

Mengapa chakra Shing Chi Inner body berpusat pada chakra Anahata (jantung)? Sesungguhnya chakra Shing Chi Inner Body berpusat pada tiga chakra utama dari tujuh chakra utama, yaitu chakra Kundalini (Mooladhara), chakra Anahata, dan chakra Sahasrara. Ketiga chakra utama ini merupakan jalur dari inti awal pembangkitan energi Metafisika Spiritual dan energi Metafisika 4 Unsur Alam Semesta. Jika chakra Kundalini tidak bangkit dan tidak menuju ke chakra Anahata ataupun chakra Sahasrara maka sebesar apa pun energinya chakra Shing Chi Inner Body tetap tidak akan bangkit. Jika chakra Anahata tidak dibangkitkan, manusia tidak akan mampu mengedarkan darah. Jika chakra Sahasraranya tidak bangkit, energi Spiritual apa pun tidak akan dapat masuk ke dalam tubuh manusia. Oleh karena itu, ketiga chakra ini menjadi sangat penting.

Chakra Kundalini akan bangkit jika chakra tersebut telah menerima Shaktiphat, yaitu energi yang berawal dari chakra Shing Chi Inner Body. Sehebat apa pun manusia, jika chakra Shing Chi Inner Body-nya tidak bangkit ia tidak akan mem-punyai Shaktiphat yang lebih tinggi dari Shaktiphat yang dibutuhkan oleh chakra Kundalini. Oleh karena itu, seseorang yang tidak bangkit chakra Shing Chi Inner Body-nya secara maksimal, ia tidak akan dapat membangkitkan chakra Kundalini.

Bangkitnya tiga chakra utama ini (chakra Kundalini, chakra Anahata, dan chakra Sahasrara) sangat dibutuhkan untuk membangkitkan chakra Shing Chi Iner Body. Oleh karena itu, untuk mendapatkan shaktiphat yang melebihi yang dibutuhkan oleh chakra Kundalini, Anda harus mencari se-orang Master yang telah bangkit chakra Shing Chi Inner Body-nya secara maksimal dan telah memiliki shaktiphat yang melebihi batas yang dibutuhkan oleh chakra Kundalini.

Mengapa demikian? Sebagai contoh, Anda memiliki shaktiphat sebesar 5. Karena untuk membangkitkan chakra Kundalini dibutuhkan shaktiphat 20, maka Anda kekurangan shaktiphat 15. Akibatnya, Anda tidak mungkin dapat mem-bangkitkan chakra Kundalini dan hal ini pasti hanya akan merugikan diri Anda. Tetapi jika Anda menemukan seorang master yang hanya memiliki shaktiphat yang cukup sehingga hanya mampu memberikan Anda shaktiphat sebesar 15 —sehingga shaktiphat Anda menjadi 20— Anda tidak akan berhasil membangkitkan chakra Kundalini karena setidaknya Anda harus memiliki Shaktiphat lebih dari 20 sehingga hasil-nya maksimal. Oleh karena itu, setidaknya carilah master yang dapat memberikan Anda shaktiphat yang jauh melebihi batas ketentuan yang dibutuhkan chakra Kundalini (Mooladhara).

Jadi, fungsi chakra Shing Chi Inner Body dalam tujuh chakra utama dan chakra Jasad adalah untuk menyeimbang-kan energi-energinya dan membuat suatu Shaktiphat yang lebih tinggi agar Anda mengalami suatu proses peningkatan dalam proses keseimbangan energi. Dengan demikian, Anda tidak hanya dapat membangkitkan chakra Jasad atau ketujuh chakra utama saja, tetapi Anda pun bisa menjadi seorang yang menguasai segala hal dalam fungsi pembangkitan ini.

SALAM

Contact : 08161847603

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.